Profil dan Gurita Bisnis Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Disorot dalam Dugaan Korupsi Bea Cukai

Profil dan Jejak Karier Bos Rokok HS: Dari Nol hingga Pimpin Gurita Bisnis Surya Group--youtube
Produksi rokok tersebut dijalankan melalui PT Gisara Tantra Berkarya, dengan fasilitas tambahan yang dikembangkan di Lampung Timur.
Pabrik di wilayah ini ditargetkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja, dengan prioritas pada masyarakat sekitar, termasuk pekerja difabel.
Salah satu entitas penting dalam jaringan bisnisnya adalah PT Surya Karya Setiabudi (PT SKS) yang berdiri pada 30 Desember 2015.
Perusahaan ini awalnya bergerak di bidang penambangan pasir di Magelang, sebelum berkembang menjadi perusahaan konstruksi terpadu dengan berbagai lini usaha.
PT SKS kini mengelola sejumlah bidang usaha, mulai dari penambangan pasir dan batu, produksi beton siap pakai, hotmix asphalt, hingga penyewaan alat berat.
Operasionalnya tersebar di sejumlah wilayah seperti Magelang, Sleman, dan Kulon Progo, serta terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur di tingkat daerah.
Ekspansi bisnis juga dilakukan ke sektor penerbangan melalui pengembangan maskapai kargo Fly Jaya.
Kehadiran lini usaha itu memperkuat distribusi logistik dalam jaringan bisnis grup, sekaligus memperluas jangkauan operasional hingga lintas wilayah.
Di tengah perkembangan tersebut, nama Muhammad Suryo kini dikaitkan dengan dugaan korupsi di sektor bea cukai. Kasus ini memunculkan perhatian terhadap kemungkinan keterkaitan antara aktivitas bisnis, distribusi barang, dan pengawasan kepabeanan.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada putusan hukum tetap terkait dugaan tersebut. Namun, luasnya jaringan usaha yang dimiliki membuat sorotan terhadap sosok ini terus menguat.(*)
*) Lailatul Arifah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
0 Response to "Profil dan Gurita Bisnis Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Disorot dalam Dugaan Korupsi Bea Cukai"
Posting Komentar