KISAH TR4GIS Nuryanti Dijemput Kekasih, Tak Pernah Pulang, Mak4mnya Ternyata Sudah Disiapkan Tiga Minggu Sebelumnya


MALANG, JAWA TIMUR — Tidak ada yang menyangka bahwa perjalanan Nuryanti (42)
akan menjadi perjalanan terakhirnya. 
Siang itu, perempuan asal Kepanjen tersebut menghubungi Subandi Hari Prasetya dan meminta dijemput karena merasa tubuhnya pegal.
Nuryanti dan Subandi diketahui menjalin hubungan asmara. Nuryanti merupakan j4nda anak satu, sedangkan Subandi ketika itu bekerja sebagai PNS di Kesbangpol Pemkab Malang dan menjabat Kepala Seksi Pengawasan Kebangsaan dan HAM.
Hubungan keduanya telah berlangsung sekitar dua tahun dan tidak selalu berjalan harmonis. Pertengk4ran beberapa kali terjadi, tetapi keduanya kembali berhubungan setelah berdamai.
Diketahui kalau Subandi adalah sosok pria yang temperamen,cepat marah dan peragainya ka$ar
Tapi meskipun begitu, Nuryanti masih betah dan selalu memaafkan sikap ka$ar nya.
Karna Subandi adalah pria yang royal dan selalu mengikuti keinginan Nuryanti.
Inilah awal Pertemuan yang berubah menjadi petaka...
Subandi kemudian datang menjemput Nuryanti menggunakan Daihatsu Taft bernomor polisi N 835 DB.
Keduanya menuju rumah Subandi di Desa Batur. Sebelum sampai tujuan, mereka sempat berhenti makan sate di kawasan Gondanglegi.
Sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya tiba di rumah Subandi. Setelah berbincang, mereka masuk ke kamar.
Di tempat inilah pertengk4ran yang berujung m4ut terjadi.
Menurut kronologi perkara, ketika keduanya sedang bersama, Subandi hendak menc!um Nuryanti. Nuryanti menolak dengan memalingkan wajahnya.
Penolakan tersebut membuat Subandi tersinggung. Ia disebut merasa kecewa terhadap Nuryanti dan mempermasalahkan uang yang sebelumnya telah dikeluarkannya,dengan jumlah yang tidak sedikit,membuatnya makin m4rah.
Ia merasa pelay4nan Nuryanti tidaklah memu4skan.
Emosi kemudian tidak terkendali.
Subandi mengambil sekop yang berada di bawah tempat tidur dan meny3rang kep4la Nuryanti. Kek*rasan berlanjut dengan pencek!kan dan pemvkulan hingga korban mengalami luka parah dan akhirnya men!nggal dunia.
Sebuah liang m4kam ternyata sudah tersedia
Setelah kejadian, Subandi membawa tvbuh Nuryanti menuju TPU Desa Batur.
Namun, ada satu fakta yang kemudian membuat penyidik semakin curiga: liang makam untuk korban ternyata telah dibuat sebelum pembvn*han terjadi.
Sekitar tiga minggu sebelumnya,Subandi telah meminta Suyadi, seorang penggali makam, membuat liang di TPU Desa Batur.
Menurut kronologi perkara, liang tersebut dipersiapkan untuk Nuryanti apabila hubungan keduanya kembali mengalami pertengk4ran.
Tetapi kepada Suyadi, Subandi mengatakan bahwa liang itu akan digunakan untuk keperluan ritual. Setelah pekerjaan selesai, Suyadi mendapatkan upah Rp50 ribu.
Fakta tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perkara yang menjerat Subandi dengan Pasal 340 KUHP.
Korban dikubur diam-diam
Setelah membawa Nuryanti ke TPU, Subandi menguburkan tubuh korban seorang diri.
Ia kemudian pergi ke sebuah gua di Desa Sumberbening. Di tempat tersebut, sejumlah barang milik Nuryanti dan benda yang terkena d4rah dibuang.
Keesokan harinya, Subandi kembali menghubungi Suyadi. Ia meminta penggali makam tersebut merapikan area makam setelah magrib.
Suyadi disebut tidak mengetahui bahwa jenazah Nuryanti telah berada di dalam liang tersebut.
Gundukan tanah membuat warga curiga
Selama beberapa hari, keberadaan Nuryanti tidak diketahui.
Hingga akhirnya warga melihat sesuatu yang janggal di TPU Desa Batur: sebuah makam baru muncul tanpa nisan.
Kecurigaan semakin kuat karena tidak ada warga yang diketahui meninggal dunia dalam beberapa hari sebelumnya.
Informasi tersebut akhirnya disampaikan kepada polisi.
Makam kemudian dibongkar.
Di dalamnya ditemukan jenazah perempuan. Korban kemudian dibawa ke RS Saiful Anwar Malang untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi.
Melalui pemeriksaan sidik jari, polisi akhirnya memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Nuryanti.
Polisi menemukan jejak terakhir korban
Penyelidikan kemudian dilakukan untuk mengungkap bagaimana Nuryanti bisa berada di makam tersebut.
Dari informasi keluarga, Nuryanti diketahui memang sedang hilang. Polisi juga mendapatkan keterangan bahwa sebelum menghilang, korban terakhir kali pergi bersama Subandi.
Petunjuk tersebut akhirnya mengarah kepada Subandi.
Ia kemudian diamankan polisi di rumahnya dan ditangkap tanpa perlawanan.
Hukuman 18 tahun penjara
Perkara tersebut kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen.
Majelis hakim menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada Subandi karena dinyatakan terbukti melanggar Pasal 340 KUHP.
Hukuman tersebut lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta 19 tahun penjara.
Pergi siang hari, ditemukan enam hari 
     Kemudian 
Nuryanti awalnya hanya meminta dijemput karena tubuhnya terasa pegal.
Ia kemudian pergi bersama Subandi dan sempat makan sate sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Batur.
Tidak ada yang menyangka perjalanan tersebut menjadi akhir kehidupannya.
Enam hari kemudian, keberadaan Nuryanti justru terungkap dari sebuah makam baru tanpa nisan yang membuat warga merasa curiga.
Dan yang paling mengejutkan, liang tempat Nuryanti dikubvrkan ternyata telah dipersiapkan sekitar tiga minggu sebelum dirinya men!nggal.
Sungguh tr4gis sekali ya nasib Nuryanti.
  (. Netizen)

0 Response to "KISAH TR4GIS Nuryanti Dijemput Kekasih, Tak Pernah Pulang, Mak4mnya Ternyata Sudah Disiapkan Tiga Minggu Sebelumnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan atas adtikel

.